Minggu, 18 Oktober 2026

Asesmen Sumatif - Cerpen XI

Paket Soal A - Sesi 1


Asesmen Sumatif – Cerpen

 

Sekolah             : SMK Negeri 2 Kebumen

Semester           : Gasal

Tahun Ajaran     : 2026/2027

Kelas                 : XI

Materi                : Cerpen

 

 

Bacalah kutipan berikut dengan saksama untuk menjawab soal nomor 1 dan 2!

. . . .

Arimbi memanggil pemilik rumah yang sering dipanggil Bu Woro. Rambutnya putih, badannya bungkuk. Penampilannya lebih tua dari usianya yang saat itu baru 61 tahun. Itu pun kalau dia benar-benar lahir tahun 1945, seperti yang sering dikatakannya. Tidak ada seorang pun yang tahu kebenaran ceritanya. Tak ada catatan kertas, tak ada kesaksian orang.

Dia selalu mengaku lahir 17 Agustus 1945. Arimbi selalu ragu untuk percaya. Kok bisa orang lahir pas pada tanggal keramat itu. Walaupun tak pernah mengatakan tidak percaya, Bu Woro sepertinya tahu orang meragukan pengakuannya. Dia akan selalu bercerita panjang-lebar tentang peristiwa-peristiwa kelahirannya.

Bu Woro selalu mengulang cerita tentang siaran radio pidato Pak Karno yang didengarkan bapaknya saat ibunya sedang mengejan. Juga tentang bapaknya yang wafat kena bom saat ia berumur empat tahun. Tentu saja Bu Woro tidak pernah tahu tentang semua peristiwa itu. Dia hanya mendengar cerita dari ibunya.

Cerita itu selalu diulangnya dalam setiap kesempatan. Pada hari-hari tertentu, dia mengetuk pintu Arimbi, mengajaknya makan bersama. Tentu saja Arimbi menerimanya. Siapa yang bisa menolak ajakan perempuan tua yang hanya ditemani televisi setiap harinya?

. . . .

 

1.    Karakter tokoh Arimbi yang tercermin dalam kutipan tersebut adalah . . . .

A.    penyayang dan peduli terhadap orang tua

B.    mudah percaya dengan cerita yang didengar

C.    keras kepala dalam mempertahankan pendapat

D.    menyepelekan terhadap orang yang berbeda pendapat

E.    acuh karena merasa lebih tahu daripada orang lain

 

2.   Berdasarkan kutipan, tentukan pernyataan terkait konflik antartokoh berikut sesuai atau tidak sesuai. Berilah tanda centang (√ ) pada kolom yang tersedia. 


Pernyataan

Sesuai

Tidak sesuai

Arimbi meragukan pengakuan Bu Woro mengenai tanggal kelahirannya.

 

 

Bu Woro mengetahui bahwa Sebagian orang meragukan cerita tentang kelahirannya.

 

 

Arimbi sungkan menolak ajakan makan bersama karena tidak mempercayai cerita Bu Woro.

 

 

 

Baca dengan cermat kutipan berikut untuk menjawab soal nomor 3 dan 4!

. . . .

Dua adik kakak itu kembali ke Umi, mereka naik bis yang sama menuju pinggang Gunung Marapi. Selama perjalanan di bis yang buluk itu, Irsal asik memilin benang membuat pancingan belut Sementara Asrul asik membaca isi koran. la masih tak bisa membaca, namun ia paksakan.

"Umi, siapa yang menulis berita-berita ini?" tanya Asrul.

Umi menggeleng.

Di akhir salah satu artikel, mata Asrul memperhatikan tiga huruf yang dicetak dengan huruf besar, HSC. Di artikel lain ada lagi BRK. Artikel lain ada lagi TUY. "Apa ini ya?" pikir Asrul. la terus bolak-balik koran itu. Membeli koran jadi aktivitas rutin Asrul sekarang tiap pergi ke pasar.

Jika tahun lalu ia tinggal kelas karena tak bisa membaca, maka koran-koran yang Umi belikan ini membuat lidahnya justru secepat petir saat membaca apa pun yang ditulis gurunya.

"Kesurupan apa anak ini? Kenapa ia jadi hebat baca tulis sekarang?" Guru-gurunya bingung.

Saat kenaikan kelas, Asrul berlari ke rumah Bapak. la perlihatkan rapornya. Angka Bahasa Indonesia di sana tertulis 10. Padahal waktu tinggal kelas kemarin, nilai di mata pelajaran ini hanya 3.

Sejak sekolah ini berdiri, tak ada murid yang bisa dapat nilai 10. Baru Asrul. Baru itu pertama kali ada guru yang nekat memberi angka 10. Bapak tersenyum lebar, mengangkat jempolnya. Bapak adalah petani kayu manis. Uangnya kadang banyak sekali, kadang biasa-biasa saja, kadang tak ada. Sekarang, uang Bapak sedang banyak.

Maka, melihat 10 di rapor Asrul, Bapak mengambil dompetnya. Mengeluarkan selembar uang Rp1.000,00 dan memberikannya pada Asrul. "Ini hadiah!" kata Bapak.


 

3.   Berdasarkan teks, apa kemungkinan yang dilakukan Asrul setelah menerima hadiah dari Bapak?

A.    Berterima kasih dan makin giat belajar.

B.    Membelikan pancingan belut untuk Irsal.

C.    Menyimpan hadiah itu tanpa memberi tahu Umi.

D.    Memberikan rapornya kepada guru di sekolah.

E.    Membeli koran lagi untuk terus berlatih membaca.

 

4.    Berdasarkan teks, tentukan pernyataan-pernyataan tentang tokoh Asrul berikut sesuai atau tidak sesuai. Berilah tanda centang (√) pada kolom yang tersedia. 


Pernyataan

Sesuai

Tidak Sesuai

Asrul memiliki kemauan kuat untuk belajar membaca meskipun awalnya belum lancar.

 

 

Asrul menjadi pandai membaca karena sering berlatih melalui koran yang dibelikan Umi.

 

 

Asrul memperoleh nilai Bahasa Indonesia 10 karena dibantu langsung oleh Bapak.

 

 

 

Bacalah kutipan berikut dengan saksama untuk menjawab soal nomor 5 dan 6!

. . . .

Rapat memutuskan santri tetap tidak boleh nonton bola dan di pesantren tidak ada nobar. Pak Burhan akhirnya ikut kesepakatan forum.

Kata Farid, kawanku yang menghidangkan minuman dan kudapan ke peserta rapat, sebelum keputusan dibacakan, Ustad Mastur sempat membisiki Pak Burhan, dan pengajar kitab Minhajul 'Abidin di pesantren kami itu pun mengangguk-angguk.

Ingin benar aku menyimak pemain dan tim kesayanganku menggoreng-goreng bola, memperlihatkan bagaimana kaki mereka berpuisi, lalu menghidangkan gol ke gawang lawannya. Namun, aku khawatir ketahuan nonton bola lalu kena takzir. Lelahnya tak seberapa, tapi malunya, aduhai!

Nama baikku di pondok putri akan babak belur bila santri-santri berkerudung itu melihatku berdiri sambil baca istigfar dengan kepala sebundar-semengkilat bola setelah tertangkap lalu digundul. Nama baik itu, kubangun bertahun-tahun, sebagai aktivis berbagai organisasi dalam pesantren dan kolumnis tetap di majalah dinding pesantren.

. . . .

 

5.    Apa saja nilai positif yang dapat dipetik dari cerita tersebut? Berilah tanda centang (√) pada jawaban yang benar. (Jawaban benar lebih dari satu)

□   Mematuhi aturan yang telah disepakati bersama.

□   Menjaga nama baik dan menghindari pelanggaran.

□   Menerima keputusan forum meskipun tidak sesuai keinginan.

□   Harus senantiasa berusaha keras agar keinginan tetap terpenuhi.

□   Mengutamakan kesenangan pribadi daripada aturan pesantren. 

 

6.    Bukti bahwa tokoh Aku berupaya menjaga nama baik tampak pada kalimat …

A.    Pak Burhan akhirnya ikut kesepakatan forum.

B.    Namun, aku khawatir ketahuan nonton bola lalu kena takzir….

C.    Kata Farid, kawanku yang menghidangkan minuman dan kudapan peserta rapat.

D.    Ingin benar aku menyimak pemain tim kesayanganku menggoreng-goreng bola ….

E.    Nama baikku di pondok putri akan babak belur bila santri-santri berkerudung itu melihatku sambil baca istigfar dengan kepala gundul setelah tertangkap.

 

Bacalah kutipan berikut dengan cermat untuk menjawab soal nomor 7-10!

. . . .

Satu bulan ini, aku hanya makan apa pun yang sudah aku timbun di kamar: nasi, telur, mi instan, sarden, biskuit, dan sereal. 

Lagipula, tak ada lagi keinginan untuk makan macam-macam. Aku hanya perlu kopi, delapan hingga sepuluh gelas sehari. Itu saja sudah. Lalu aku akan berbaring di tempat tidur, lalu pindah ke sofa, lalu duduk di meja kerja, lalu entah apa lagi tak ada yang benar-benar aku sadari.

Kadang-kadang aku akan menyesali, kenapa aku bisa terjebak di sini seperti ini. Mestinya aku pulang jauh-jauh hari, atau setidaknya saat aku tahu situasi semakin memburuk dan penerbangan akan berhenti sewaktu-waktu. Tapi mau bagaimana lagi, aku sedang tak pegang uang saat itu. Dan lebih dari perkara uang, aku tak lagi merasa butuh untuk pulang.

Diam-diam aku tersenyum kecil setiap kali ada pesan masuk ke WhatsApp Group mengabarkan ada sesama penghuni asrama yang kini harus dirawat di rumah sakit. Mereka tertular virus saat perjalanan pulang, saat tak sengaja bersentuhan di dalam kereta, saat sedang menunggu di bandara, saat sedang di dalam pesawat, dan tentu saja dalam berbagai kesempatan saat sudah tiba di kota mereka. Aku seperti mendapat pembenaran untuk tak pulang. Tak ada tempat yang aman selain kamar di mana aku berada sekarang.

Satu-satunya manusia yang aku lihat selama sebulan ini adalah penghuni kamar di menara seberang, yang jendelanya berhadapan dengan jendela kamarku. Jendela-jendela itu sudah terpasang sejak dulu dan aku sudah tinggal di kamar ini lebih dari dua tahun. Tapi baru sekarang ini aku sadari, jendela kamar ini berhadapan langsung dengan jendela kamar di seberang sana. Barangkali karena sebelumnya aku tak pernah tinggal lama di dalam kamar. Kamar hanya jadi tempat untuk tidur, sebagaimana umumnya penghuni-penghuni lainnya.

. . . .

 

7.    Konflik dalam cerpen tersebut terdapat dalam pernyataan  . . .

A.    “Aku hanya perlu kopi, delapan hingga sepuluh gelas sehari.”

B.    “Satu bulan ini, aku hanya makan apa pun yang sudah aku timbun di kamar.”

C.   “Kadang-kadang aku sudah menyesali, kenapa aku bisa terjebak di sini seperti ini.”

D.  “Jendela kamar ini berhadapan langsung dengan jendela kamar di seberang sana.”

E.   “Kamar hanya jadi tempat untuk tidur, sebagaimana umumnya penghuni-penghuni lainnya.” 

 

8.    Berdasarkan teks, pilihlah pernyataan berikut yang menjadi penyebab konflik dalam cerita tersebut. Berilah tanda centang (√) pada jawaban yang benar. (Jawaban benar lebih dari satu)

□   Tokoh melihat penghuni kamar di menara seberang.

□   Tokoh hanya makan makanan yang sudah tersedia di kamar.

□   Tokoh merasa bahagia karena penghuni kamar lain terinfeksi virus.

□   Tokoh tidak memiliki uang untuk pulang saat situasi mulai memburuk.

□ Tokoh terlambat mengambil keputusan untuk pulang sebelum penerbangan berhenti.

 

9.    Berdasarkan teks, tentukan lanjutan cerita berikut sesuai atau tidak sesuai jika tokoh “aku” dapat keluar dengan bebas dari kamarnya. Berilah tanda centang (√) pada kolom yang tersedia.

 

Pernyataan

Sesuai

Tidak Sesuai

Tokoh “aku” akan pulang karena sangat merindukan keluarganya.

 


Tokoh “aku” akan membeli makanan kesukaannya.


 

Tokoh “aku” akan melakukan kegiatan di luar kamar dan pulang hanya Ketika akan tidur.


 

 

10.  Bagian teks yang tepat untuk menggambarkan karakter tokoh “aku” merasa terasing dan terjebak dalam situasi tersebut adalah …

A.    “Aku hanya perlu kopi, delapan hingga sepuluh gelas sehari.”  

B.    “Satu bulan ini, aku hanya makan apa pun yang sudah aku timbun di kamar.”  

C.    “Kadang-kadang aku sudah menyesali, kenapa aku bisa terjebak di sini seperti ini.”  

D.    “Satu-satunya manusia yang aku lihat selama sebulan ini adalah penghuni kamar di menara seberang ….”

E.    “Jendela-jendela itu sudah terpasangan sejak dulu dan aku sudah tinggal di kamar ini lebih dari dua tahun.”  

 

Bacalah kutipan berikut dengan saksama!


"Sudah, Mas?" seru Wati dari mobil. Kabul menjawab dengan langkah menuju mobilnya. Wajahnya masih berat. Duduk di belakang kemudi, tapi kunci kontak tak kunjung disentuhnya. Malah memejamkan mata. Lama. Dengan mata terpejam Kabul malah melihat ribuan proyek bangunan sipil yang digarap dengan kesontoloyoan. Orang-orang proyek sudah dikenal masyarakat sebagai tukang suap, tukang kongkalikong, apa saja bisa dilakukan asal dapat untung. Dan korban kegilaan mereka adalah masyarakat umum, karena mutu bangunan yang mereka kerjakan tak mencapai mutu baku. 

Dan ada cerita humor yang sangat populer tentang orang-orang proyek. Suatu saat di akhirat, penghuni neraka dan penghuni surga ingin saling kunjung. Maka penghuni kedua tempat itu sepakat membuat jembatan yang akan menghubungkan wilayah neraka dan wilayah surga. Bagian jembatan di wilayah neraka akan dibangun oleh orang neraka dan sebaliknya. Ternyata penghuni neraka lebih cepat menyelesaikan pekerjaannya daripada para penghuni surga. Dan ketika dicari sebabnya, ditemukan kenyataan di antara para penghuni neraka banyak mantan orang proyek.

Masih duduk dan belum menghidupkan mesin mobilnya, Kabul menyampaikan cerita konyol itu kepada Wati. Wati tertawa.

"Dari mana Mas mendapat cerita itu?"

"Mau tahu? Dari orang proyek yang dulu jadi bos kita."

"Ya, apa saja bisa diproyekkan. Tidak hanya pembangunan jembatan atau infrastruktur, tapi juga pengadaan kotak pemilu, pembagian sembako untuk orang miskin, pengadaan bacaan untuk anak sekolah, program transmigrasi, program penanggulangan bencana alam. Bahkan Sidang Umum MPR dan penyusunan undang-undang bisa mereka jadikan proyek yang mendatangkan duit. Orang-orang proyek rakus dan licin, dan mereka ada di mana-mana."

"Kegilaan besar-besaran ini akan berlangsung sampai kapan, Mas?"

Kabul tidak segera menjawab. Wajahnya beku. Pandangannya seakan buntu. Lalu tangannya bergerak untuk memutar kunci kontak.

 

11.  Berdasarkan teks, tentukan pernyataan terkait fungsi penggunaan kosakata dalam teks tersebut Benar atau Salah. Berilah tanda centang (✔️) pada kolom yang tersedia.

Kalimat

Benar

Salah

Kata kongkalikong digunakan secara tepat karena menggambarkan praktik kerja sama yang tidak jujur.

 

 

 

Frasa jalan pintas menjadi kaya digunakan secara denotatif karena menunjukkan jalan yang lebih dekat menuju tempat tertentu.

 

 

Kata duit digunakan agar dialog terasa lebih santai.

 

 

 

12.  Berdasarkan teks, latar tempat terjadinya percakapan antara Kabul dan Wati adalah ....

A.    ruang sidang

B.    di dalam mobil

C.    wilayah permukiman

D.    kantor pemilik proyek

E.    area pembangunan jembatan

 

13.  Berdasarkan teks, tentukan peristiwa penting yang terjadi. Berilah tanda centang (✔️) pada jawaban yang benar. (Jawaban benar lebih dari satu)

□   Kabul dan Wati sepakat meninggalkan pekerjaan di dunia proyek.

□   Wati menceritakan pengalamannya bekerja di proyek kepada Kabul.

□   Kabul mengenang praktik penyimpangan yang terjadi dalam dunia proyek.

□   Kabul menyampaikan cerita humor sebagai kritik terhadap perilaku orang-orang proyek.

□   Kabul menceritakan terkait berbagai kebijakan yang dapat dijadikan sarana mencari keuntungan pribadi.

 

Bacalah dengan cermat kutipan berikut untuk menjawab soal nomor 14 dan 15! 


Angkringan itu berdiri di seberang stasiun tugu yang sudah kehilangan kemegahannya karena dipeluk reklame LED dan denting sepeda listrik sewaan. Namanya tidak pernah ditulis di spanduk. Hanya ada tenda biru pudar dan kepulan arang yang lebih setia dari janji politisi.

Pak Nardi, pemiliknya, lebih suka menyebut tempat itu sebagai pintu darurat untuk malam-malam yang patah.

Malam itu hujan sudah reda, tapi genangan masih bercermin. Di bangku bambu yang mulai longgar ikatannya, duduk seorang pria muda bernama Bara dengan hoodie lusuh, wajah letih, dan tatapan yang seperti lupa caranya marah. Di tangannya, gelas plastik berisi kopi instan yang tak benar-benar panas.

la seperti biasa. Ketika datang dan duduk, ia tidak langsung pesan, tapi mengamati seperti orang yang sedang menghitung sesuatu yang tak bisa dilihat orang lain. Beberapa menit kemudian, seorang perempuan datang, membawa tubuh kecilnya ke dalam tenda. Rambutnya lepek, matanya bengkak, tapi senyumnya seolah baru dicuci ulang. 

"Masih jualan, Pak?" tanyanya sambil melepaskan ransel.

"Selama malam masih punya waktu, Bu," jawab Pak Nardi sambil menuang air panas ke termos kecil.

Perempuan itu mengambil dua nasi kucing, tiga mendoan, dan memesan satu teh panas. la duduk satu bangku dengan Bara, tapi keduanya seperti pura-pura tidak saling sadar. Sampai akhirnya Bara berkata pelan, "Rambutmu berubah."

Perempuan itu diam sejenak, lalu menjawab, "Kamu masih suka muncul di tempat yang sepi."

Bara menoleh, menatap perempuan itu dalam.. "Kamu juga masih suka hilang di tempat yang ramai?"

Perempuan itu mengangguk pelan. "Namaku sekarang Yati."

 

14.  Berdasarkan teks, kelanjutan cerita yang paling relevan adalah …

A.    Bara mengajak Yati pergi ke Stasiun Tugu untuk mengenang masa kecil mereka.

B.    Pak Nardi meminta Yati membantu melayani pembeli karena angkringan mulai ramai didatangi pelanggan.

C.    Yati berpamitan kepada Pak Nardi, lalu segera meninggalkan angkringan tanpa sempat berbincang dengan Bara.

D.    Bara tidak mengenali perempuan tersebut sehingga memilih meninggalkan angkringan tanpa berbicara lagi.

E.    Yati menjelaskan alasan mengubah namanya dan menghilang, sementara Bara mendengarkan penjelasan tersebut. 



15.  Berdasarkan teks, tentukan pernyataan-pernyataan tentang perwatakan tokoh berikut Sesuai atau Tidak Sesuai. Berilah tanda centang (✔️) pada kolom yang tersedia.

Pernyataan

Sesuai

Tidak Sesuai

Bara digambarkan pendiam dan lebih banyak mengamati keadaan di sekitarnya.

 

 

Pak Nardi merupakan tokoh yang ketus terhadap pelangan.

 

 

Yati digambarkan sebagai tokoh yang tegar.

 

 

 

Bacalah dengan cermat kutipan berikut untuk menjawab soal nomor 16 dan 17!

Aku ingat pesan Kiai Rais, "Berusahalah untuk mencapai sesuatu yang luar biasa dalam hidup kalian setiap tiga sampai lima tahun. Konsistenlah selama itu, maka insyaAllah akan ada terobosan prestasi yang tercapai." Jadi aku harus konsisten selama lima tahun? Bagaimana kalau aku tidak suka dengan apa yang aku lakukan selama itu?

 

Bagaimana kalau aku sudah terlanjur tercebur ke suatu bidang? Kapankah aku boleh melangkah surut atau berbelok arah?

 

Aku menghitung-hitung apa bidang keilmuan yang aku tekuni dengan intensitas tinggi selama lima tahun terakhir? Aku harus jujur: tidak ada. Semua serbatanggung. Di masa kuliah kurang dari lima tahun terakhir, aku belajar ilmu hubungan internasional.

 

Tapi itu pun belum genap lima tahun. Ilmu agama? Memang pernah aku dalami empat tahun, tapi itu dulu ketika di Madani.

 

Memang tidak ada sama sekali bidang keilmuan yang aku dalami dengan konsisten. Tapi aku mencoba menghibur diri, paling tidak di bidang nonpelajaran, ada satu bidang yang tidak pernah putus kugeluti selama delapan tahun terakhir hidupku. Aku konsisten mengasah kemampuan menulis.

 

Aku mulai dari menulis buku harian di usia 13 tahun, lalu di Pondok Madani aku bergabung dengan majalah Syams. Dan sepanjang kuliah di Unpad aku aktif di majalah Kutub. Dan aku terus menulis untuk media massa sampai hari ini. Aku telah merasakan susah payahnya menulis, telah melatihnya siang dan malam

 

Ini mungkin seperti yang dilakukan Imam Syafii ketika menuntut ilmu ke berbagai daerah di usia muda Seperti Bill Gates menekuni dunia komputer. Seperti Beatles berlatih musik. Atau seperti Pele ketika belajar menyepak bola. Aku telah menginvestasikan waktu dan usaha panjang untuk mengasah ujung penaku.

 

16.   Bbbb 10. Tentukan nilai-nilai kehidupan yang terdapat dalam cerita tersebut. Berilah tanda centang (✔️) pada jawaban yang benar. (Jawaban benar lebih dari satu)

□   Nilai sosial, ditunjukkan oleh kepedulian tokoh terhadap kesulitan orang lain di sekitarnya.

□   Nilai budaya, ditunjukkan oleh upaya tokoh mempertahankan tradisi menulis masyarakat daerahnya.

□   Nilai pendidikan, ditunjukkan oleh pentingnya belajar, berlatih, dan menekuni suatu bidang dalam waktu yang panjang.

□   Nilai moral, ditunjukkan oleh kesadaran tokoh untuk mengevaluasi diri dan konsisten mengembangkan kemampuan menulis.

□   Nilai religius, ditunjukkan oleh keyakinan bahwa usaha yang dilakukan dengan konsisten dapat menghasilkan prestasi yang membanggakan. 


17.  Berdasarkan teks, tentukan kalimat berikut yang menunjukkan bahwa tokoh "Aku" memiliki watak tekun atau gigih. Berilah tanda centang (✔️) pada jawaban yang benar. (Jawaban benar lebih dari satu)

□   "Aku konsisten mengasah kemampuan menulis."

□   "Aku harus jujur: tidak ada. Semua serbatanggung."

□   "Aku telah menginvestasikan waktu dan usaha panjang untuk mengasah ujung penaku."

□   "Ilmu agama? Memang pernah aku dalami empat tahun, tapi itu dulu ketika di Madani."

□   "Sepanjang kuliah di Unpad aku aktif di majalah Kutub dan terus menulis untuk media massa sampai hari ini."

 

Bacalah kutipan berikut dengan cermat untuk menjawab soal nomor 18-20!

“E...gurumu itu orang desa ini juga. Pasti tahu bahwa saat ini musim maddongi (mengusir burung saat buah padi mulai menguning). Besok kau menghadap, sampaikan bahwa kau membantu Ayah di sawah. Nah, pasti gurumu mengerti mengapa kamu tidak ke sekolah.”

 

Aku terpana. Jawaban Ayah benar-benar membuatku hampir menangis histeris. Bagaimana tidak. Lomba semakin dekat, sementara masih banyak materi yang belum aku paham. Terbayang aku akan hancur dan tidak bisa bersaing dengan siswa sekolah lain. Ingin rasanya aku berteriak agar Ayahku tahu bagaimana kacaunya pikiranku. Namun, aku sadar bahwa ini adalah perbuatan yang tidak akan menyelesaikan masalah. Malah akan semakin membuat Ayahku geram. Otakku terus berpikir untuk mencari solusi terbaik. Sambil berjalan mengikuti Ayah dari belakang, aku mulai menyusun strategi. “Bagaimana kalau aku ke rumah iyye-ku (nenek), menyampaikan masalahku ini. Ya, hanya dia yang mampu menundukkan Ayah.”

 

Esok harinya, sepulang sekolah, kuayunkan sepedaku menuju rumah iyye-ku.

“Kenapa kamu lesu?” Iyye menanyakan keadaanku. Aku pun menceritakan semuanya kepada iyye.

 

“Ya sudah, tidak usah sedih. Nanti kusampaikan pada ayahmu. Kau ke dalam, makan dulu, baru pulang,” ujar iyye-ku.

 

18.  Apa permasalahan yang dihadapi tokoh aku dalam kutipan tersebut? Tentukan Benar atau Salah untuk setiap pernyataan berikut!  

Pernyataan

Benar

Salah

Kekecewaan dan kesedihan tokoh aku terhadap sikap Ayahnya yang tidak mengizinkannya masuk sekolah di musim maddongi, padahal dia harus mempersiapkan diri untuk bersaing dalam lomba dengan siswa sekolah lain.

 

 

Kemarahan hati tokoh aku terhadap Ayahnya yang melarang dia pergi sekolah karena sedang musim maddongi di sawah dan dia diberi tugas menghalau burung yang hinggap pada padi di sawah mereka.

 

 

Perasaan tertekan tokoh aku terhadap peraturan keluarganya yang mengharuskan dia tidak masuk sekolah setiap musim maddongi, padahal dia ingin sekali belajar dan tidak mau ketinggalan pelajaran.

 

 

 

19.    Apa yang akan terjadi jika tokoh aku tidak datang ke rumah iyye? Pilihlah jawaban yang benar! Jawaban benar lebih dari satu.

  • □   Iyye akan datang menasehati Ayah karena melarang tokoh aku untuk belajar.
  • □   Tokoh aku akan kehilangan kesempatan belajar untuk mengikuti
  • □   Ayah akan tetap melarang tokoh aku untuk belajar dan mengikuti lomba.
  • □   Permasalahan tokoh aku dan ayah akan berlarut karena tidak terselesaikan.
  • □   Tokoh aku tidak akan bisa fokus untuk belajar dan mengikuti lomba yang diadakan sekolah. 


20.  Keterkaitan nilai sosial  dalam kutipan cerpen tersebut dengan kehidupan sehari-hari adalah …

A.    A. asih ditemukan orang tua yang tidak memedulikan pendidikan anaknya demi membantu pekerjaan mereka.

B.   B.Terbenturnya cita-cita anak karena tradisi sebuah keluarga yang mengutamakan anak mampu bekerja mandiri.

C.    C. Asumsi bahwa bekerja lebih bermanfaat daripada sekolah yang dianggap tidak menghasilkan apa-apa untuk keluarga.

D.   D. Kebiasaan anak-anak tidak sekolah di musim maddongi demi menjalankan tradisi di lingkungan keluarga mereka.

E.   3.  Orang tua mengarahkan anak-anak untuk rajin bekerja membantu mereka di sawah agar bisa melanjutkan kehidupannya kelak.

 


0 komentar:

Posting Komentar