Senin, 31 Januari 2022

Tips Mengerjakan Tes Analogi

Tips Mengerjakan Tes Analogi

Tes ini dipakai untuk menguji kemampuan seseorang dalam mencari kata-kata yang setara dan saling berhubungan. Tes ini memerlukan daya nalar dan logika terhadap soal-soal yang diberikan. Walaupun sangat sederhana, kadang tes ini menjadi sulit bagi seseorang yang tingkat inteligensinya sedang-sedang saja. Kunci utama mengerjakan soal ini adalah menemukan pola hubungan antarkata. Jika pola ini sudah diketahui, maka soal akan dengan mudah kita kerjakan. 




Tips Menyelesaikan Tes Analogi

1. Berbeda dengan tes sinonim dan antonim, tes ini merupakan jenis tes yang bisa dipersiapkan secara instan. Yang perlu Anda pahami adalah berlatih dengan soal-soal sebanyak mungkin agar Anda terbiasa menemukan pola hubungan kata dengan cepat.

 

2. Jika Anda telah menemukan hubungan kata pada soal dengan kata pada jawaban, tetapi Anda belum mengetahui jawaban yang tepat, maka Anda dapat membuat kata-kata tersebut menjadi sebuah kalimat dengan menggunakan hubungan kata yang telah Anda temukan. Jika dua kalimat tersebut mempunyai makna yang kurang lebih sama, maka kata tersebut adalah jawabannya. Namun, apabila hal itu berlaku sebaliknya, kata yang Anda buat menjadi kalimat tersebut bukanlah jawabannya. Anda harus memikirkan kata yang tepat dan menyusunnya menjadi kalimat.

Contoh:

SENAPAN: BERBURU = PERANGKAP: MENANGKAP

Senapan digunakan untuk berburu, sedangkan penangkap digunakan untuk menangkap sesuatu.

 

RAMALAN: KENYATAAN = DUGAAN : FAKTA

Lawan kata dari ramalan adalah kenyataan, sedangkan. lawan kata dari dugaan adalah fakta.

 

TUNTUTAN: SANTUNAN PERMINTAAN: PEMBERIAN

Santunan berarti pemberian, sedangkan permintaan.

 

BALADA: LAGU = KOPI: MINUMAN

 

Balada merupakan salah satu jenis lagu, sedangkan kopi merupakan salah satu jenis minuman.

 

3. Perhatikan kesetaraan jenis kata antara ruas kanan dan kiri.

 

Misakan:

Kata Benda : Kata Sifat = Kata Benda : Kata Sifat

Kata Kerja : Kata Sifat = Kata Kerja : Kata Sifat

Kata : Arti Kata = Kata : Arti Kata

Benda : Guna Benda = Benda : Guna Benda

Biasanya ruas kiri dan ruas kanan harus mempunyai kesamaan pola atau kesamaan hubungan. Dengan konsep ini biasanya kita bisa dengan mudah mengeliminasi jawaban yang salah.

Continue reading Tips Mengerjakan Tes Analogi

Minggu, 30 Januari 2022

Tips Mengerjakan Soal UTBK Kemampuan Verbal – Tes Sinonim Antonim dan Analogi

 Tips Mengerjakan Soal UTBK Kemampuan Verbal – 

Tes Sinonim Antonim dan Analogi

Pada umumnya soal-soal bacaan/wacana diambil dari kolom-kolom di koran, maka sebaiknya Anda sering membaca koran atau artikel di media online. Jika menemui kata-kata yang aneh, segera Anda cek dan cari makna kata tersebut di Kamus Bahasa Indonesia atau buka situs http://pusatbahasa.kemdiknas.go.id/kbbi. Untuk beberapa soal sinonim atau antonim, coba terjemahkan dulu ke bahasa Inggris. Untuk selengkapnya cermati tips-tips berikut. 

1) Hindari menghapal kamus secara parsial atau kata per kata

2) Kebanyakan, kosakata yang hanya dihapal begitu saja tanpa melekat pada konteks tertentu cenderung mudah lupa. Misalkan kita akan menghapal makna kata"dekadensi = kemerosotan”. Buatlah kata tersebut dalam suatu kalimat, misalnya “Perkembangan teknologi menyebabkan dekadensi moral”. Tujuannya lebih mudah memahami dan mengingat.  

3) Sama halnya ntuk soal sinonim, jika sudah mengerti makna kata yang diberikan, buatlah maknanya menjadi kalimat yang lebih umum. Kemudian, carilah sinonimnya pada pilihan jawaban yang tersedia. 

4) Bila menemukan kata-kata dalam bahasa serapan, seperti bahasa Inggris, sansekerta, dan lain-lain kembalikan ke dalam bahasa aslinya. Selanjutnya, artikan. Contoh: 

Aliansi berasal dari kata alliance yang berarti persekutuan. 

Lanskap berasal dari kara landscape yang berarti pemandangan di tanah yang membentang. 

5) Masih berkaitan dengan sinonim, jangan memilih kata yang mempunyai kata bunyi mirip dengan soal. Sebagian besar jawaban yang demikian tidak tepat meskipun tidak selalu salah. Tipe soal seperti ini sering menjebak. 

6) Khusus untuk soal antonim, kadang dalam pilihan gandanya disertakan sinonim dari soalnya dan jangan terkecoh. Ini berfungsi sebagai pengecoh. Berhati-hatilah dalam memahami perintah soal dan memilih jawaban yang tepat. Jika tidak hati-hati dan tergesa-gesa, maka Anda akan mencari sinonimnya, padahal dalam soal yang ditanyakan adalah antonimnya. 

7) Anda juga harus mengerti arti dan maksud dari kata dalam soal. Misalkan yang ditanyakan adalah antonim dan "kenyang". Maka lawan katanya adalah tidak kenyang. Kemudian Anda perlu mencari idiom kata yang tepat untuk kata "tidak kenyang". Bisa saja kata yang tepat dari tidak kenyang" itu adalah "lapar". 

8) Tips terakhir dan yang paling penting, ketika Anda berhadapan dengan subtest ini, gunakan waktu sebaik mugkin. Waktu yang tersedia sebaik mungkin, cepat, tepat, dan teliti. Ingat khusus soal ketegori sinonim-antonim-kosakata, waktu yang sebaiknya digunakan adalah maksimum 20 detik per soal. Jika Anda sama sekali tidak tahu jawabannya, segera asal jawab saja dan segera beralih ke soal berikutnya. 

Kenapa asal jawab? 

a) Pertama, karena dalam tes ini tidak ada pengurangan nilai untuk jawaban salah. 

b) Kedua, karena jika Anda benar-benar tidak tahu maka otak dipaksa seperti apapun tetap akan tidak tahu. 

c) Ketiga, agar kita punya waktu cukup untuk mengerjakan materi tes verbal lainnya, terutama tes pemahaman wacana. Jika Anda ragu diantara dua pilihan, langsung putuskan mana yang menurut Anda benar dan jangan terlalu banyak berpikir. Selain itu, jangan lupa beri tanda pada soal-soal yang dijawab asal atau ragu dan cek kembali jawaban pada soal tersebut jika masih ada sisa waktu.  


Baca Juga : Tips Mengerjakan Soal Analogi Kata


Continue reading Tips Mengerjakan Soal UTBK Kemampuan Verbal – Tes Sinonim Antonim dan Analogi

Kamis, 27 Januari 2022

Latihan 1 - Kelas IX (Bagian 2)




29. Bacalah kutipan berikut dengan cermat! 



 

C. Langkah-langkah belajar efektif

1. Susunlah jadwal belajar!

2. Manfaatkan waktu luang dengan sebaik-baiknya!

3. Aturlah waktu belajar dengan menyesuaikan jumlah mata pelajaran!

4. Gunakan batasan waktu dalam mempelajari tiap-tiap mata pelajaran!

5. Janganlah terlalu memforsir waktu untuk belajar!

6. Atur waktu untuk refreshing, beribadah, dan berdoa!

 

D. Langkah-langkah belajar efektif

1. Susunlah jadwal belajar!

2. Manfaatkan waktu luang dengan sebaik-baiknya!

3. Aturlah waktu belajar dengan menyesuaikan jumlah mata pelajaran!

4. Gunakan batasan waktu dalam mempelajari tiap-tiap mata pelajaran!

5. Janganlah terlalu memforsir waktu untuk belajar!

6. Atur waktu untuk refreshing





Kata berimbuhan yang tepat untuk melengkapi kalimat tersebut adalah….

A. menterapkan

B. menerapkan

C. mengetrapkan

D. mengeterapkan 







 

46. Cermati kalimat berikut!

Ibu Fat berpesan sebelum mengikuti ujian, Ibu berharap kalian belajar dengan sungguh-sungguh.

Penggunaan tanda baca yang tepat pada kalimat tersebut adalah …

A. Ibu Fat berpesan, “Sebelum mengikuti ujian, Ibu berharap kalian belajar dengan sungguh-sungguh.”

B. Ibu Fat berpesan; “Sebelum mengikuti ujian, Ibu berharap kalian belajar dengan sungguh-sungguh.”

C. Ibu Fat berpesan: “Sebelum mengikuti ujian, Ibu berharap kalian belajar dengan sungguh-sungguh.”

D. Ibu Fat berpesan, “Sebelum mengikuti ujian, Ibu berharap kalian belajar dengan sungguh-sungguh”

 





Soal-soal sebelumnya: Bagian 1.
Continue reading Latihan 1 - Kelas IX (Bagian 2)

Latihan 1 - Kelas IX (Bagian 1)

 Pilihlah jawaban yang benar di antara pilihan A, B, C, dan D! 


Bacalah kutipan teks berikut untuk menjawab soal nomor 2 dan 3!

Kelestarian Lingkungan Hidup

Lingkungan adalah sesuatu yang ada di sekitar manusia yang dapat memengaruhi kehidupan manusia. Lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan benda dan kesatuan makhluk hidup termasuk manusia terlibat di dalamnya. Manusia harus menyadari bahwa lingkungan merupakan sarana pengembangan hidup yang harus dijaga kelestariannya. Dalam lingkungan hidup terdapat ekosistem, yaitu tatanan unsur lingkungan hidup. Tatanan tersebut merupakan kesatuan utuh menyeluruh dan saling memengaruhi dalam membentuk keseimbangan, stabilitas, dan produktivitas lingkungan hidup.

Lingkungan hidup dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu unsur hayati (biotik), unsur sosial budaya, dan unsur fisik (abiotik). Unsur hayati (biotik), yaitu unsur lingkungan hidup yang terdiri dari makhluk hidup, seperti manusia, hewan, tumbuhan dan jasad renik. Unsur sosial budaya, yaitu lingkungan sosial dan budaya yang dibuat oleh manusia berupa sistem nilai, gagasan, dan keyakinan dalam perilaku sebagai makhluk sosial. Unsur fisik (abiotik), yaitu unsur lingkungan hidup yang terdiri dari makhluk tak hidup, seperti tanah, air, iklim, udara dan lain sebagainya. Keberadaan unsur ini sangat besar bagi kelangsungan hidup segenap kehidupan di bumi. 







 

9. Bacalah kutipan berikut dengan cermat!

1) Penerbit Wayang menerbitkan buku terbaru yang berjudul Sudah Saatnya Menjadi Penulis Hebat. 2) Buku ini ditulis oleh Bendi Derajat. 3) Judulnya menarik, isinya lengkap, bahasanya ringan dan mudah dipahami serta bermanfaat bagi pembaca. 4) Hanya saja buku tersebut menggunakan banyak istilah akademik yang sulit dipahami pembaca awam. 

Kelemahan karya yang terdapat pada kutipan tersebut ditandai oleh nomor ... . 

A. 1 

B. 2 

C. 3 

D. 4 


Bacalah dengan cermat kutipan berikut untuk menjawab soal nomor 10-13!





18. Cermati kutipan teks berikut!

Kutipan Teks Fabel 1

Dengan bangganya lucky berlari-lari kecil sambil menyeret-nyeret balok kayu yang dikalungkan majikannya, untuk menarik perhatian orang lain. Tetapi tak ada satu pun orang yang senang melihat anjing itu. Balok itu sebenarnya dikalungkan majikannya agar orang mengetahui kehadiran lucky, dan bisa menghindarinya. Seekor anjing lain yang melihatnya kemudian berkata "Kamu seharusnya lebih bijaksana dan berdiam diri di rumah agar orang tidak melihat balok yang dikalungkan di lehermu. Apakah kamu senang bahwa semua orang tahu betapa nakal dan jahatnya kamu?"

 

Kutipan Teks Fabel 2

Di sebuah hutan, musim kemarau, burung-burung dan hewan-hewan lain sangat sulit untuk mendapatkan air. Namun ada seekor burung perkutut yang menemukan kendi tua yang berisi sedikit air. Kendi tersebut memiliki bentuk yang tinggi dan juga sempit, sehingga burung tersebut tidak bisa menjangkau air di dalam kendi tersebut. Burung perkutut tersebut tetap mencoba untuk meminum air yang ada di dalam kendi, tetapi tetap saja tidak bisa. Burung itu hampir putus asa hingga munculah sebuah ide.. Burung tersebut kemudian mengambil kerikilkerikil yang ada di samping kendi dan menjatuhkannya ke dalam kendi satu persatu. Ide yang cemerlang itu membuat air lama kelamaan naik sehingga burung perkutut bisa meminum air tersebut.








Lanjut ke soal berikutnya: Bagian 2.


Continue reading Latihan 1 - Kelas IX (Bagian 1)

Senin, 17 Januari 2022

Pembahasan KGA 1

 

Pembahasan KGA 1

Cermati Penulisan Kata-Kata Berikut!

A.      antar 

Antar dituliskan terikat dengan kata benda yang diterangkannya atau diikutinya, seperti halnya bentuk-bentuk pra, serba, pasca dan anti. Penggunaannya dalam kalimat, contohnya: (1) Antarpulau di Indonesia dihubungkan oleh lautan.

B.      Per 

Per yang ditulis terpisah per yang mempunyai arti:

(1) tiap-tiap atau setiap,

(2) demi,

(3) mulai, dan

(4) dengan (menggunakan).

Berikut contoh pemakaiannya dalam kalimat.

1) Harga kain itu Rp200.000,00 per meter.

2) Mahasiswa diminta keluar ruang kuliah satu per satu secara tertib.

 

C.     Pun

Pun ditulis terpisah dengan beberapa makna berikut:

1)   juga atau demikian juga: jika Anda pergi, saya -- hendak pergi

2)   meski; biar; kendati: mahal -- dibelinya juga

3)   saja ...: berdiri -- tidak dapat, apalagi berjalan; apa -- dimakannya (jua)

4)   (...pun ...lah) untuk menyatakan aspek bahwa perbuatan mulai terjadi: hari – malamlah

5)   untuk menguatkan dan menyatakan pokok kalimat: maka baginda -- bertanya pula

D.       

 

No. 11

Secara penulisan, tidak terdapat kesalahan kata berimbuhan dalam paragraf pertama teks di atas. Namun, kata berimbuhan mengenakan tidak cocok digunakan dalam kalimat pertama paragraf tersebut. Dalam KBBI, mengenakan memiliki lima arti, yaitu

  • memakai (pakaian, topi, dan sebagainya),
  • menggunakan (tipu muslihat, teori, guna-guna, dan sebagainya),
  • menipu; memperdayakan,
  • menjalankan atau melaksanakan (aturan, pajak, denda, dan sebagainya), dan
  • mengarahkan (bidikan, tembakan) pada sasaran.

Kelima arti tersebut tidak sesuai dengan konteks kalimat pertama, yaitu “Plastik memiliki beragam manfaat, tetapi bisa menjadi masalah ketika masyarakat tidak bijak dalam mengenakan maupun mengelolanya.” Hal yang dibicaraka  dalam kalimat tersebut adalah suatu benda, yaitu plastik. Jadi, kata mengenakan seharusnya diganti dengan kata menggunakan yang berarti ‘memakai (alat, perkakas); mengambil manfaatnya; melakukan sesuatu dengan’.  

 

No. 12

Kata berimbuhan merupakan kata dasar yang mendapat imbuhan (afiks). Pembentukan kata berimbuhan untuk lima kata di atas adalah sebagai berikut.

  • me- bunuh -> membunuh
  • me-konsumsi -> mengonsumsi

Pilihan jawaban B salah karena sesuai aturan pembentukan kata bahasa Indonesia, setiap kata yang diawali huruf K, T, S, dan P dan huruf keduanya berupa huruf vokal (a, e, i, o, dan, u), huruf K, T, S, dan P tersebut akan lesap jika digabungkan dengan imbuhan me- dan pe-.

  • Kata sering kali ditulis benar. Namun, sering kali bukan kata berimbuhan, melainkan sebuah kata tersendiri yang berasal dari kata sering.
  • ber- tambah -> bertambah
  • ke-an dalam -> kedalaman

 

 

Continue reading Pembahasan KGA 1