Selasa, 03 November 2020

Konjungsi (Kata Hubung) 

Konjungsi adalah kata tugas yang berfungsi menghubungkan kata dengan kata, frasa dengan frasa, klausa dengan klausa atau kalimat dengan kalimat-kalimat. Konjungsi dibagi menjadi dua, yaitu konjung intrakalimat dan konjung antarkalimat. 

1. Konjungsi Intrakalimat 

Konjungsi intrakalimat adalah konjungsi yang menghubungkan kata dengan kata, frasa dengan frasa, atau klausa dengan klausa dalam sebuah kalimat. Ada dua konjungsi intrakalimat, yaitu konjungsi koordinatif dan konjungsi korelatif. 

A. Konjungsi Koordinatif 

Konjungsi koordinatif adalah konjungsi yang menghubungkan dua unsur kalimat atau lebih yang kedudukannya sederajat atau setara. Berikut ini adalah contoh konjungsi koordinatif. 

dan         penanda hubungan penambahan 

serta penanda hubungan pendampingan 

tetapi penanda hubungan perlawanan 

melainkan penanda hubungan perlawanan 

padahal         penanda hubungan pertentangan 

sedangkan penanda hubungan pertentangan 


Berikut adalah contoh konjungsi koordinatif dalam kalimat. 

  • Dia mencari saya dan adik saya. 
  • Aku yang datang ke rumahmu atau kamu yang datang ke rumahku? 
  • Saya atau kamu yang akan menjemput ibu? 
  • Ibunya terus saja berbicara, tetapi Budi hanya terdiam saja. 
  • Ibu sedang masak, sedangkan Ayah membaca Koran. 
  • Sebenarnya anak itu pandai, tetapi malas. 


B. Konjungsi Korelatif 

Konjungsi korelatif adalah konjungsi yang menghubungkan dua kata, frasa, atau klausa yang memiliki status sintaksis yang sama. Konjungsi korelatif terdiri atas dua bagian yang dipisahkan oleh salah satu kata, frasa, atau klausa yang dihubungkan. Kata-kata dalam konjungsi ini sudah berpasangan, jadi tidak bisa diganti dengan kata yang lain. Berikut adalah contohnya. 

baik … maupun … 

Baik Pak Anwar maupun istrinya tidak suka merokok. 

tidak hanya …, tetapi juga … 

Kita tidak hanya harus setuju, tetapi juga harus patuh. 

bukan hanya …, melainkan juga … 

demikian … sehingga … 

Mobil itu larinya demikian cepatnya sehingga sangat sukar untuk dipotret. 

sedemikian rupa … sehingga … 

apa(kah) … atau … 

Apa(kah) Anda setuju atau tidak, kami akan tetap pulang nanti sore. 

entah … entah … 

Entah dizinkan entah tidak, dia tetap akan mengusulkan gagasannya. 

jangankan …, … pun … 

Jangankan keluarganya, orang lain pun pasti dibantu. 


C. Konjungsi Subordinatif 

Konjungsi Subordinatif adalah konjungsi yang menghubungkan dua klausa atau lebih, dan klausa itu tidak memiliki status sintaksis yang sama. Salah satu dari klausa itu merupakan anak kalimat. Berikut adalah contohnya. 

1) Konjungsi Subordinatif Waktu: 

Konjungsi subordinatif waktu permulaan yang terdiri atas sejak dan sedari.

Konjungsi subordinatif waktu bersamaan yang terdiri atas serta, (se)waktu, tatkala, ketika, selama, sambil, sementara, selagi, dan seraya.

Konjungsi subordinatif waktu berurutan yang terdiri atas sebelum, begitu, sesudah, susai, sehabis, setelah, dan selesai.

Konjungsi subordinatif waktu batas akhir yang terdiri atas kata sampai dan hingga

2) Konjungsi subordinatif syarat: jika, jikalau, asal(kan), bila, manakala

3) Konjungsi subordinatif pengandaian: andaikan, seandainya, umpamanya, sekiranya.  

4) Konjungsi subordinatif tujuan: agar, supaya, biar. 

5) Konjungsi subordinatif konsesif:  biar(pun), walau(pun), sekalipun, sungguhpun, kendati(pun). 

6) Konjungsi subordinatif perbandingan: seolah-olah, seakan-akan, sebagaimana, seperti, sebagai, laksana, ibarat, daripada.


Berikut adalah contoh dalam kalimat. 

Akulah yang mesti bertanggung jawab atas permasalahan tersebut.

Program kerja bakti itu dilakukan agar lingkungan desa lebih terjaga kebersihannya.

Aku akan berkunjung ke kotamu jika aku sudah punya ongkos.

Aku sudah menyukainya sejak kami berkuliah di fakultas yang sama.

Sekiranya aku tidak gegabah dalam mengambil keputusan, pasti aku tidak akan menyesal seperti ini.

Ami tetap semangat mengikuti kegiatan belajar mengajar di kelas meskipun kondisi fisiknya memprihatinkan.

Dia mengabaikan aku begitu saja seakan-akan aku ini tidak ada di matanya.

Andi tidak bisa bersekolah hari ini karena harus menjalani perawatan di rumah sakit.

Gorenglah daging ayam itu sampai dagingnya berwarna kecoklatan.

Ibu mengupas kulit apel dengan menggunakan pisau yang sudah diasahnya sendiri.

Andini membayar semua uang perkuliahannya dengan gaji yang dia dapat selama bekerja paruh waktu.

Aku kini mengetahui bahwa sejak kecil Budi sering kejang-kejang.

Aku berharap semoga di semester kali ini lebih baik daripada semester sebelumnya.


2. Konjungsi Antarkalimat 

Konjungsi antarkalimat adalah konjungsi yang menghubungkan satu kalimat dengan kalimat yang lain. Oleh karena itu, konjungsin ini selalu memulai kalimat baru dan tentu saja huruf pertamanya ditulis dengan huruf kapital. 

Jenis-jenis Konjungsi Antarkalimat

Ada beberapa konjungsi antarkalimat yang akan kita bahas dalam artikel ini ya Squad.

1. Konjungsi yang menyatakan pertentangan, biasanya digunakan untuk mengungkapkan gagasan dan tanggapan dalam diskusi.

Contoh katanya, biarpun demikian/begitu, sekalipun demikian/begitu, walaupun demikian/begitu, dan meskipun demikian/begitu.

Contohnya dalam kalimat “Kami kurang setuju dengan usulan dia. Biarpun begitu kami tetap menghargainya”. 

2. Konjungsi yang menyatakan lanjutan dari peristiwa atau keadaan pada kalimat sebelumnya.

Contoh katanya seperti, sesudah itu, setelah itu, dan selanjutnya.

Contohnya dalam kalimat, “Kami akan memulai perjalanan ini dengan berjalan ini dengan berjalan kaki, sesudah itu, kami akan beristirahat di rumah penduduk”.

 

3. Konjungsi yang menyatakan kebalikan dari yang dinyatakan sebelumnya.

Contoh katanya, sebaliknya.

Contohnya dalam kalimat, “Kita jangan terus menebang pohon-pohon di hutan ini. Sebaliknya, kita harus menanam pohon baru”.

 

4. Konjungsi yang menyatakan keadaan yang sebenarnya.

Contoh katanya : sesungguhnya dan bahwasannya.

Contohnya dalam kalimat “Kita dilanda banjir besar tahun ini. Sesungguhnya, bencana ini telah kita ramalkan tahun kemarin”.


5. Konjungsi yang menguatkan keadaan yang dinyatakan sebelumnya.

Contoh katanya, malahan dan bahkan.

Contohnya : “Rumah-rumah di Kalimantan kebanyakan didirikan di tepi sungai. Bahkan, ada kampung di tengah laut yang dangkal”.

 

6. Konjungsi yang menyatakan pertentangan dengan keadaan sebelumnya.

Contoh katanya, namun dan akan tetapi.

Contoh kalimatnya, “Keadaannya memang sudah aman. Akan tetapi, kita tetap harus waspada”.

 

7. Konjungsi yang menyatakan konsekuensi.

Contoh katanya, dengan demikian.

Contoh dalam kalimat “Kamu telah setuju dengan persyaratan ini. Dengan demikian, kamu pun harus menanggung semua risikonya”.

 

8. Konjungsi yang menyatakan akibat.

Contoh katanya, oleh karena itu dan oleh sebab itu.

Contoh dalam kalimat “Kami sudah melarang mereka berburu di hutan, tetapi mereka tetap nekat. Oleh karena itu, biar mereka rasakan sendiri akibatnya”.


9. Konjungsi yang menyatakan kejadian yang mendahului hal yang dinyatakan sebelumnya.

Contoh katanya, sebelum itu.

Contoh dalam kalimat, “Polisi hutan menangkap dua pemburu liar. Sebelum itu, mereka menangkap lima orang pemburu liar.

 


0 komentar:

Posting Komentar